Sebagai vapers, mungkin kalian sering mendengar kalimat “Untuk Pods system dengan cartridge resistance 1.0 ohm cocoknya dipakai dengan liquid Salt Nic dan Pods Friendly yang PG/VG nya 50/50 karena lebih aman untuk kapas dalam cartrdge-nya agar tidak cepat gosong“. Bagi vapers pemula, tentunya kalimat tersebut cukup membingungkan. “Apa itu PG dan apa itu VG?” mungkin itu pertanyaan yang ada di dalam benak kalian semua.

Nah, di artikel ini, kita akan sedikit membahas tentang apa itu kandungan PG VG yang terkandung dalam komposisi sebuah liquid vape, sehingga kita bisa lebih memahami tentang mengapa kandungan PG VG menentukan jenis device serta resistance coil yang akan digunakan ketika ingin menikmati vaping dengan liquid yang kalian pilih.
PG (propylene glycol)
PG (Polypropylene Glycol) alah salah satu bahan dasar dalam pembuatan e-Liquid. PG berfungsi untuk memberikan sensasi semirip mungkin dengan apa yang kita alami di tenggorokan saat kita merokok tembakau, sensasi disebut sebagai Throat Hit (TH).

PG merupakan cairan tidak berwarna dengan rasa sedikit manis. Dari segi kekentalan (viskositas), PG lebih encer dibanding VG, dan bahan ini umum digunakan di industri medis serta ditemukan juga di inhaler asma sehingga relatif aman untuk dihirup, akan tetapi sebaiknya liquid tersebut mengunakan PG yang berstandar farmasi alias Pharmaceutical Grade. Itulah sebabnya selalu percayakan e-Liquid yang Anda gunakan / beli berasal dari pabrik yang memenuhi standar kesehatan terbaik dengan menggunakan bahan-bahan yang aman untuk dikonsumsi. Jangan gampang tergoda dengan harga yang sangat murah akan tetapi tidak jelas siapa yang memproduksinya dan apa komposisi bahan-bahan yang digunakan untuk memproduksi liquid tersebut.
VG (vegetable glycerine)
VG (Vegetable Glycerine) juga merupakan bahan dasar dalam pembuatan e-Liquid. Fungsi utamanya adalah menentukan ketebalan uap vapor yang akan dihasilkan. VG juga memberikan rasa yang sedikit manis pada e-Liquid dan kekentalannya jauh lebih kental dari PG. Vegetable Gliserin / Gliserin Nabati ini juga menimbulkan Throat Hit, tetapi TH yang dihasilkan jauh lebih halus dibanding Propylene Glycol, sehingga untuk TH, lebih ditentukan oleh kandungan PG.
Oleh karena VG ini menentukan uap vapor dan jauh lebih kental dari PG, serta kandungan PG akan menentukan TH, maka ketika komposisi Liquid menggunakan rasio VG 70% dan PG 30%, maka liquid akan menjadi sangat kental, uap vapor yang dihasilkan akan cukup tebal, dan throat hit nya akan lebih soft.

Tips Memilih Kandungan PG/VG yang Paling Tepat Untuk Device dan Coil Anda
Jadi kalau kita vaping menggunakan coil sub-ohm seperti 0.15 ohm atau 0.3 ohm, maka akan sangat cocok menggunakan liquid dengan kandungan VG tinggi (misalnya VG 70 % / PG 30% ), dimana komposisi rasio seperti itu akan menghasilkan uap vapor (cloud) yang lebih tebal dengan TH (Throat Hit) yang minimal, sehingga dengan demikian tidak akan terjadi TH berlebih yang bikin batuk saat kita inhale, terutama ketika vaping menggunakan teknik DTL (Direct To Lung).

Sedangkan apabila kita memakai pods system yang cartridge-nya memiliki resistance 1.0 ohm ke atas, maka direkomendasikan sebaiknya pakai yang kandungan VG-nya rendah (misalnya VG 50 % / PG 50%). Dengan komposisi rasio seperti itu, maka akan menghasilkan liquid yang lebih encer sehingga lebih mudah diserap oleh kapas dalam coil pods system yang hambatannya tinggi, hal tersebut menjadi lebih aman untuk kapas di dalam cartridge pods (tidak cepat gosong), sehingga itu sebabnya liquid dengan VG/PG 50/50 disebut sebagai liquid “Pods Friendly” alias “Ramah terhadap Pods”. Akan tetapi, mengingat kandungan PG-nya yang meningkat (dari 30% ke 50%), maka hal tersebut akan menghasilkan Throat Hit (TH) yang lebih sakit di tenggorokan, sehingga kadang bagi pemula, liquid jenis ini bisa menyebabkan terbatuk-batuk apabila belum terbiasa.
Okay, sementara itu dulu ya, kita membahas hanya di PG dan VG saja. Kita belum membahas bahan lainnya yaitu flavorings dan nicotine, akan kita ulas di artikel lainnya. Terima kasih sudah mampir dan membaca artikel ini.

Tinggalkan Balasan ke Edy Batalkan balasan